Pandemi masih menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan, lebih dari
satu tahun semenjak maret 2021 Covid-19 menyelimuti bumi pertiwi, menghentikan
berbagai kegiatan termasuk proses belajar mengajar di sekolah, hal ini sempat
menjadi problem besar dikalangan tenaga kependidikan, dibuktikan dengan sempat
adanya libur sekolah beberapa waktu dikala awal pandemi menyebar.
Pembelajaran jarak jauh kemudian menjadi jalan utama agar tidak adanya
stagnansi dalam proses belajar mengajar, hal ini dikuatkan dengan Surat
Keputusan Bersama Mentri Kesehatan, Mentri Dalam Negeri, Mentri Pendidikan dan
kebudayaan dan Mentri Agama. Melonjaknya kasus Covid-19 semakin menjadi argumen
untuk tetap melaksanakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).
Disinilah Pendidikan Indonesia secara terburu-buru diminta dan dipaksa untuk
menghadirkan jalan keluar agar pendidikan dapat dilangsungkan dimasa pandemi
Covid-19, hingga muncul pembelajaran daring sebagai solusi, namun justru itu
menjadi beban tersendiri bagi siswa, apalagi kondisi jaringan yang lemah dan
serta penggunaan data internet yang akan menjulang tinggi menjadi alasan untuk
memperhitungkan pelaksanaan pembelajaran daring. kemudian muncul sebuah
informasi bahwa untuk Pendidik dan anak didik baik ditingkat SD samapai
Perguruan Tinggi akan mendapatkan bantuan paket data internet sesuai jenjang
yang diduduki. hadirnya informasi tersebut menjadi tonggak alasan untuk
melaksanakn pembelajaran daring.
Alat Teleconference yang merupakan alat untuk mempertemukan beberapa orang
secara langsung melalui jaringan internet, ditunjuk sebagai alat dalam
mendukung proses pembelajaran, mulai dari Skype, Zoom, Google Meet, hingga
Cisco. Penggunaannya yang cenderung mudah dan dapat menambah kesan pembelajaran
yang realtime menjadi idola pendidik dan siswa dalam menggapai ilmu dibangku
persekolahan.
Penggunaan Teleconference dalam dunia pendidikan mampu membawa warna baru,
pendidikan yang dulunya hanya mampu tercipta ketika bertemunya guru dan murid
dalam satu tempat yang sama, dengan hadirnya teleconference mengubah paradigma
tersebut, sehingga pembelajaran kini tak lagi mengenal batas waktu dan tempat,
bersekolah tak lagi perlu datang ke sekolah namun hanya dengan menghidupkan
smartphone atau laptop dan dapat dilakukan dimana saja selagi jaringan internet
masih tersedia.
Teleconference memberikan dampak yang positif bagi berkembangnya pendidikan
terkhusus di indonesia, selain memudahkan pembelajaran dimasa pandemi,
juga memberikan kemudahan bagi tenaga kependidikan untuk dapat memberikan
ilmu out of class, sehingga pembelajaran mampu menembus dimensi ruang dan
waktu, selain itu juga mempermudah siswa dalam memahami materi, hal ini
dikarenakan siswa dapat secar langsung bertemu meski via daring dan mampu
bertanya secara live, sehinga siswa dapat memahami materi lebih mudah dan
efisien.
Teknologi atau disebut Video Conference sebagai teknologi penggabungan audio
dn video antara dua orang atau lebih pada wilayah yang berbeda pertama kali
muncul pada 1956 yang ditemukan oleh perusahaan AT&T milik penemu telephone
yaitu Alexander Graham bell yang kemudian dipertontonkan pada World’s Fair di
New York, Amerika Serikat pada 1964. Akan tetapi pada saat itu teknologinya ini
masih belum mampu mengirimkan video, dan mematok harga cukup mahal yaitu $160
sehingga mendapat respon yang kurang dari masyarakat.
Kemudian Video Conference mulai sedikit demi sedikit berkembang hingga
muncul aplikasi Video Conferens yang sekarang kita kenal, seperti Webex milik
Cisco, Google Meet dan Google Duo milik perusahaan raksasa Google, dan Zoom
Meeting milik Zoom Technologies, Inc.
Dimasa pandemic ini penggunaan Teleconference sangat massif, hal ini
dibuktikan dengan data yang dipaparkan melalui teknologi.bisnis.com yang memaparkan
pada maret 2020 pengguna Zoom mencapai
angka 257.853, pengguna skype mencapai 10.454 pengguna dan pengguna cisco webex
mencapai 8.748 penguna.
Masifnya penggunaan teknologi ini tidak lepas dari problem pandemic yang
kian hari kian menunjukkan masifitasnya, dan kebutuhan dunia pendidikan akan
sebuah teknologi guna mempertemukan antara guru dan murid secara virtual namun
tetap mampu menciptakan pembelajaran yang efektif sehingga siswa dpat memahami
materi dengan baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar